Dalam rangka memperkuat transformasi pembelajaran berbasis digital, Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan LMS SPADA pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Administrasi Pendidikan Program Magister dan menghadirkan narasumber Bapak Purwo Setiawan, S.T., M.T., yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengembangan serta implementasi sistem pembelajaran daring.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan penguatan kompetensi digital dosen di era pendidikan berbasis teknologi. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah paradigma pembelajaran dari model konvensional menuju sistem yang lebih fleksibel, adaptif, dan berbasis Learning Management System (LMS). SPADA sebagai platform pembelajaran daring menjadi instrumen strategis dalam mendukung proses akademik yang efektif, terdokumentasi, dan terintegrasi.
Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan LMS bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi dosen di pendidikan tinggi. “Transformasi digital dalam pendidikan menuntut kita untuk adaptif dan responsif. LMS SPADA harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, monitoring akademik, serta interaksi dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Bapak Purwo Setiawan, S.T., M.T. menjelaskan secara komprehensif fitur-fitur utama dalam LMS SPADA, mulai dari pengelolaan kelas virtual, unggah materi pembelajaran, pembuatan kuis dan penugasan, hingga sistem evaluasi dan pelacakan aktivitas mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya desain pembelajaran digital yang tidak sekadar memindahkan materi tatap muka ke platform daring, tetapi mengembangkan pendekatan yang lebih interaktif dan student-centered.
Peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung, mulai dari membuat kelas virtual, menyusun modul pembelajaran, hingga mengatur sistem penilaian berbasis rubrik. Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan partisipatif, dengan diskusi aktif terkait tantangan implementasi LMS di tingkat pascasarjana. Beberapa dosen mengangkat isu terkait efektivitas interaksi daring, manajemen waktu, serta integrasi antara pembelajaran sinkron dan asinkron.
Urgensi pelatihan ini semakin relevan dalam konteks tata kelola pendidikan tinggi yang berbasis mutu dan akuntabilitas. LMS SPADA tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen dokumentasi akademik yang mendukung transparansi dan monitoring capaian pembelajaran. Melalui sistem yang terintegrasi, seluruh proses pembelajaran dapat terdokumentasi dengan baik, mulai dari RPS, materi, presensi, hingga evaluasi hasil belajar.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan akademik kepada mahasiswa. Mahasiswa magister yang sebagian besar merupakan praktisi pendidikan membutuhkan fleksibilitas dalam mengakses materi dan berinteraksi secara akademik. Pemanfaatan LMS secara optimal memungkinkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa tanpa mengurangi standar mutu akademik.
Bapak Purwo Setiawan juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi LMS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi pada komitmen dan kreativitas dosen dalam merancang pembelajaran. Ia mendorong para dosen untuk memanfaatkan fitur diskusi, forum refleksi, serta asesmen berbasis proyek untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. “Teknologi adalah alat, tetapi kualitas pembelajaran tetap ditentukan oleh desain instruksional dan interaksi akademik yang bermakna,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya pembelajaran digital di lingkungan Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister. Dengan peningkatan kompetensi dosen dalam mengelola LMS SPADA, diharapkan kualitas pembelajaran semakin meningkat, baik dari aspek efektivitas, efisiensi, maupun akuntabilitas.
Di tengah dinamika kebijakan pendidikan tinggi dan tuntutan globalisasi, penguasaan teknologi pembelajaran menjadi indikator penting profesionalisme dosen. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen program studi dalam mendukung transformasi digital pendidikan yang berorientasi pada mutu dan inovasi.
Melalui pelatihan ini, para dosen tidak hanya memperoleh pemahaman teknis, tetapi juga perspektif strategis mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam tata kelola akademik. Dengan demikian, LMS SPADA diharapkan tidak sekadar menjadi platform administratif, melainkan menjadi ruang belajar digital yang inspiratif, kolaboratif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika.


