Pembekalan dan Pelepasan Calon Wisudawan kembali digelar oleh FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 12 Juni 2025 di Auditorium Muhammad Jazman Al Kindi UMS. Kali ini, pembekalan dilakukan untuk calon wisudawan Periode IV tahun 2024/2025. Tradisi ini merupakan cara FKIP UMS dalam mengapresiasi dan memotivasi para lulusan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau ke dunia kerja.
Tema kali ini adalah “Lulusan FKIP UMS Berdaya dan Berdampak”. Dengan tema ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta berharap semua lulusannya memiliki kekuatan, kemampuan, dan berdaya dalam mengarungi kehidupan di masyarakat lokal, nasional, maupun global. Selain itu, semua lulusan diharapkan mampu berkiprah dalam masyarakat sehingga berdampak positif bagi lingkungannya.

Wakil Dekan 1 FKIP UMS, Mauly Halwat Hikmat, Ph.D. melaporkan bahwa calon wisudawan kali ini berjumlah 370 yang terdiri 335 lulusan S1, 35 lulusan S2. Lulusan terbaik fakultas dari S1 dicapai oleh Hilyatul Millah dari program studi PGPAUD dengan IPK 3,95. Adapun lulusan terbaik fakultas dari S2 dicapai oleh Imania Pratidina dari Magister Pendidikan Dasar dengan IPK 4.
Selanjutnya dilaporkan wisudawan terbaik dari setiap prodi S1 adalah Malikha Nurcholifah dengan IPK 3,82 (Pendidikan Akuntansi), Susi Ainun Mardiyah dengan IPK 3,46 (PPKn), Maharani Kumulaningdyah dengan IPK 3,72 (PBSI), Luna Puteri Kuncoro dengan IPK 3,8 (PB Ing), Reni Widya Putri dengan IPK 3,79 (Pend. Matematika), Nadya Syafa Kamila dengan IPK 3,92 (Pendd. Biologi), Jeni Puspitasari dengan IPK 3,91 ( PGSD) , Hilyatul Millah dengan IPK 3,95 (PGPAUD), Muslihah Juwita Hapsari dengan IPK 3,92 (Pendd. Geografi), Muthi’ah Shofiana dengan IPK 3,64 (PTI), dan Alfinta Khasanatin Mardiana dengan IPK 3,67 (POR).
Adapun wisudawan terbaik dari setiap prodi S2 adalah Nanang Inwanto dengan IPK 3,65 (Magister Administrasi Pendidikan), Imania Pratidina dengan IPK 4 (Magister Pendidikan Dasar), Nasirudin Al Mustofa dengan IPK 3,96 (Magister Pendidikan Bahasa Indonesia), Umul Fajar Khoiriah dengan IPK 3,83 (Magister Pendidikan Bahasa Inggris), dan Arum Afdhalishani dengan IPK 3,95 (Magister Pendidikan Matematika).
Mauly Halwat Hikmat,Ph.D dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan saat ini kental erat kaitannya dengan penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelegency (AI). Dalam penggunaannya, AI perlu dimanfaatkan secara bijak dan tetap mengedepankan karakter. Wakil Dekan 1 ini juga berpesan agar calon wisudawan tetap berkarya di masyarakat luas.

Prof. Dr. dr EM Sutrisna. selaku wakil rektor 4 UMS dalam sambutannya menyatakan bahwa AI itu cerdas, tetapi dia hanya cerdas dari sisi kogitifnya saja, tidak ada muatan afektif dan psikomotorik. Menjadi pendidik merupakan profesi yang menjadi ladang amal jariyah. Pendidik harus mempunyai softskill dan karakter yang baik.
Pembekalan kali ini disampaikan oleh Muhammad Luthfi Hidayat, M.Pd., Ph,D dosen berprestasi dari program studi Pendidikan Biologi. Dosen lulusan dari universitas King Abdulaziz University ini mengingatkan kepada para wisudawan bahwa guru yang dibutuhkan saat ini bukanlah guru yang biasa-biasa. Guru masa depan haruslah guru yang CAKAP, akronim dari: Cerdas, Amanah, Kolaboratif, Aktif, dan peduli.
Acara semakin bermakna dengan hadirnya alumni berdedikasi dan berprestasi. Kali ini hadir Dr. Indiah Dewi Murni, M.Pd. sebagai alumni S1 program studi Biologi, S2 program studi Manajemen Pendidikan dan S3 program studi Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alumni ini berprestasi dalam bidang akademik dan kemasyarakatan. Dalam bidang akademik, sebagai guru yang pernah dinobatkan sebagai kepala sekolah SMP berprestasi tingkat propinsi (tahun 2015). Selain itu, alumni ini aktif di organisasi Aisyiyah. Saat ini mengemban amanah sebagai ketua PDA (Pimpinan Daerah Aisyiyah) Sukoharjo.

Dalam rangka memberi motivasi kepada para lulusan, alumni ini menyatakan bahwa sebuah proses akan selalu memberikan hasil. Pesan yang disampaikan adalah “Apapun profesi kita harus berdaya dan berdampak”. Para lulusan diminta untuk selalu melakukan kegiatan yang berdaya dan berdampak. “Jangan lelah untuk belajar, jangan lelah melakukan penelitian di tingkat sekolah karena akan memberikan kontribusi besar bagi pendidikan”, begitulah pernyataannya.
Acara semakin meriah dengan kesan pesan dari calon wisudawan, foto bersama, dan hiburan yang menyegarkan suasana yaitu pencak silat dan menyanyi dari mahasiswa dan dosen.
(Kontributor: Main Sufanti).

