Workshop Kepemimpinan Pendidikan dan Pembelajaran: Penguatan Sinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah

Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas kepemimpinan pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop Kepemimpinan Pendidikan dan Pembelajaran Kerja Sama dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pada 29 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Harsono, M.S., Dr. Sri Sutarni, M.Pd., dan Dr. Sri Lahir, serta melibatkan sivitas akademika dan mitra dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah.

Workshop ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk menghadirkan model kepemimpinan pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai. Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, kepemimpinan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan manajerial, tetapi juga sebagai amanah moral dan spiritual untuk menggerakkan perubahan yang berkemajuan. Amal Usaha Muhammadiyah sebagai pilar dakwah dan tajdid memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem pendidikan yang unggul dan berkarakter.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Harsono, M.S. menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah harus mampu mengintegrasikan profesionalisme dengan nilai-nilai keislaman. “Pemimpin pendidikan bukan hanya administrator, tetapi juga inspirator dan transformator. Ia harus mampu membangun visi, menggerakkan sumber daya manusia, serta memastikan pembelajaran berjalan secara efektif dan berorientasi mutu,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah dalam menciptakan kepemimpinan yang kontekstual dan responsif terhadap tantangan zaman. Dunia pendidikan saat ini menghadapi dinamika transformasi digital, perubahan kebijakan, serta tuntutan peningkatan kualitas layanan. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan di berbagai jenjang pendidikan.

Dr. Sri Sutarni, M.Pd. dalam paparannya mengulas tentang kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, pemimpin lembaga pendidikan harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan kurikulum, supervisi akademik, hingga evaluasi hasil belajar. “Kepemimpinan pembelajaran menuntut keberanian untuk melakukan inovasi dan membangun budaya akademik yang reflektif serta kolaboratif,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam membaca data, merumuskan kebijakan berbasis evidence, serta mengelola perubahan secara sistematis. Dalam konteks ini, peran program studi sebagai pusat pengembangan ilmu administrasi pendidikan menjadi sangat strategis dalam mendampingi dan memberdayakan AUM.

Sementara itu, Dr. Sri Lahir memberikan perspektif mengenai kepemimpinan berbasis nilai dan karakter. Ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam Muhammadiyah harus berlandaskan prinsip amanah, keadilan, dan kolegialitas. “Pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang mampu membangun kepercayaan, menjaga integritas, dan mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Diskusi dalam workshop berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah berbagi pengalaman terkait tantangan kepemimpinan di lapangan, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, adaptasi teknologi pembelajaran, hingga penguatan budaya organisasi. Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat kepemimpinan pendidikan yang progresif.

Urgensi kegiatan ini semakin terasa dalam konteks penguatan mutu lembaga pendidikan Muhammadiyah di tengah persaingan global. Kepemimpinan yang efektif akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, kinerja guru, serta capaian peserta didik. Tanpa kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif, sistem pendidikan yang baik sekalipun sulit mencapai hasil optimal.

Workshop ini juga menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun jejaring kemitraan berkelanjutan antara program studi dan Amal Usaha Muhammadiyah. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut pada program pendampingan, riset kolaboratif, serta pengembangan model kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan AUM.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Administrasi Pendidikan Program Magister menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan kepemimpinan pendidikan yang berbasis ilmu, nilai, dan praksis. Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan Muhammadiyah diyakini akan melahirkan inovasi dan solusi konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, workshop ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kepemimpinan pendidikan dan pembelajaran yang berkemajuan. Harapannya, para pemimpin di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara manajerial, tetapi juga kokoh dalam nilai dan visi keumatan, sehingga pendidikan Muhammadiyah semakin memberi dampak nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.